Kisah Anak SD di Perbatasan Ini Bikin Sedih dan Jadi Viral, Mereka Minta Tas Sama Jokowi. Lihat Perjuangan Mereka Agar Tetap Sekolah

Posted on

Berikut ini kisah lengkap yang ditulis @anggitpurwoto yang dihimpun dari TribunStyle.com.

“Bagimu negeri… Kuceritakan sepintas sebuah kisah pengabdian saya di daerah perbatasan indonesia-malaysia.. Sungkung sebuah desa yg sangat terisolir jauh dari kata kemajuan…

Butuh perjalanan 2 hari dari kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang, akses jalan aspal terdekat adalah di kecamatan entikong kabupaten Sanggau, untuk menuju jalan aspal terdekat membutuhkan waktu 8 jam menggunakan sampan menyusuri sungai sekayam, dan 4 jam jalan darat jika jalan kering, jika basah tidak bisa di prediksi..

Minimal butuh biaya 600 ribu dr kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang untuk sampai di desa sungkung…

Produk-produk buatan malaysia sangat mendominasi wilayah ini, disini berlaku 2 mata uang yaitu ringgit dan rupiah.. Hidup tanpa listrik, sinyal pun harus naik bukit yg jarak tempuhnya 45 menit jalan kaki dari Asrama..

Kebutuhan pokok harga berkali-kali lipat.. Contoh Harga semen mencapai 450 ribu per sak, gas lpg 3 kg 80 ribu…

Batas negara hanya di batasi oleh igir pegunungan.. agar tetap bisa menyambung sebuah coretan tinta di buku, tak sedikit anak sekolah (SD, SMP, SMA) yang bekerja di malaysia ketika liburan, untuk membayar uang bulanan sekolah..