9 Ciri-ciri Anak Yang Membawa Rezeki Untuk Orangtuanya, Ternyata No.6 Sangat Jarang Dimiliki …

Posted on

Banyak anak banyak rezeki, itulah ungkapan yang sering kita dengar. Hal itu menyatakan bahwa anak yang diamanahkan Allah kepada kita adalah rezeki bagi orangtuanya. Tapi mengapa banyak orang yang tetap susah rezekinya meski memiliki banyak anak? Karena rezeki Allah yang membagi, mungkin memang orangtuanya sendiri yang menghalangi rezeki mereka sekeluarga.

Ciri-Ciri anak pembawa rezeki :

1. Cinta pada Allah dan RasulNya
Anak yang mencintai Allah dan RasulNya artinya selalu menurut apa yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya, tidak menyekutukanNya dengan apapun dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladannya. Sejak dini anak ini telah menjadi anak yang mudah dibimbing menuju agama dan tidak keras hatinya. Kondisi itu terus menerus bertambah seiring bertambahnya umur anak tersebut. Mudah menerima pelajaran agama. Anak-anak ini akan dilimpahi rezeki yang bisa diberikan langsung padanya atau lewat orangtuanya.

2. Suka membaca Al Quran
Beruntunglah orangtua yang memiliki anak yang menjadikan Al Quran sebagai bacaan wajibnya. Tidak pernah malas disuruh ngaji. Bahkan ngaji menjadi salah satu kegemarannya. Dimudahkan menghafal surah-surah dalam Alquran.

3. Suka berbuat amal saleh dan kebajikan
Anak ini mengerjakan kewajibannya sebagai hamba Allah sedari dini, seperti shalat, puasa, zakat dan memiliki akhlak yang baik. Anak yang membawa rezeki begitu mudah tergerak hatinya untuk melakukan amal saleh. Hatinya begitu peka pada lingkungan, mudah berbuat baik serta gampang diarahkan.

4. Berbakti pada orangtua
Anak yang menempatkan orangtuanya di atas segala-galanya. Paham betapa pentingnya peranan orangtua bagi kehidupannya. Dia tak bakalan dapat membalas jasa orangtuanya. Bakti itu ditunjukkan dengan menghormatinya, mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hatinya, dan selalu berbuat baik kepada mereka. Bahkan jika orangtuanya berbeda keyakinan / agama dengan dirinya pun tetap tidak mengurangi rasa hormat padanya.

5. Gemar menuntut ilmu bermanfaat.
Anak yang selalu haus ilmu yang bermanfaat bagi dirinya, agama dan masyarakatnya. Dengan keinginan sendiri dia melengkapi diri dengan bacaan bermanfaat, les, kursus di sela waktu luangnya, ikut terlibat dalam
aktivitas sosial, kegiatan kepemudaan, remaja mesjid atau klub-klub olahraga yang bermanfaat.

6. Mampu mengingatkan orangtuanya.

Sejatinya orangtualah yang harus mengingatkan anak agar senantiasa berada di jalan yang benar. Tetapi orangtua juga manusia biasa yang penuh kelemahan dan kesalahan. Anak yang baik akan mengingatkan orangtuanya jika cenderung melakukan dosa / maksiat dengan cara yang ma’ruf. Hal itu dilakukan semata-mata karena rasa cintanya pada mereka dan tidak ingin mereka terus-menerus melakukan maksiat dan jadi penghuni neraka
nantinya.